LOKASI TRAINING : ICON RESIDENCE KRANGGAN CIBUBUR

Pengggunaan CAD pada segala bidang

CAD FOR ENGINEER

Dewasa ini, program (perangkat lunak) CAD sangat banyak ragam jenisnya.

Biasanya program CAD dibuat berdasarkan kebutuhan dari salah satu atau

beberapa disiplin ilmu. Dengan kata lain, program CAD untuk suatu disiplin

ilimu tertentu belum tentu cocok digunakan untuk disiplin ilmu lainnya.

CAD dapat digunakan dalam pembuatan gambar teknik. Penggunaan yang

paling umum dari CAD berbasis mikrokomputer adalah untuk tujuan

dokumentasi atau penggambaran cepat. Gambar bangunan dapat dilakukan

dengan spesial perangkat lunak, seperti AutoCAD AEC (Architecture,

Engineering, and Construction) Architectural. Penataan pipa dengan HVAC

(Heating, Ventilation, and Air Conditioning)., dan sistem bangunan lainnya

juga dapat digambar dengan perangkat lunak khusus, seperti AutoCAD AEC

Mechanical. Sementara gambar dan rencana kelistrikan dan elektronik juga

dapat dilakukan dengan CAD. Peta, struktural, dan ilustrasi teknik

merupakan aplikasi umum lainnya dari CAD. Berikut ini, beberapa contoh

penerapan CAD secara umum pada berbagai instansi, antara lain:

Untuk perancangan Elektronik

 Printer Circuit Board (PCB),

 Integrated Circuit (IC),

 Computerized Testing (CT), dan lain-lain

Teknik Teknik Gambar Mesin 2 Dimensi dengan CAD

Direktorat Pembinaan SMK (2013)

28

Untuk Arsitektur, Engineering, dan Konstruksi

 Perancangan Arsitektur,

 Perancangan Teknik Sipil,

 Pemetaan,

 Visualisasi, dan lain-lain.

Untuk Perancangan Mesin (Manufaktur)

 Industri otomotif,

 Industri Pesawat Terbang,

 Industri Alat Rumah Tangga,

 Industri Permesinan

 Industri Alat Pertanian, dan lain-lain

Bidang lain

 Reklame

 Design Tekstil

 Industri Film, dan lain-lain.

1.6 CAD dalam bidang Manufaktur

CAD dalam dunia industri pempabrikan, biasanya dapat diaplikasikan dan

diekspor dengan perangkat lunak (software) lainnya, dimana fungsi CAD itu

sendiri digabungkan dengan fungsi-fungsi lainnya, sehingga sangat

membantu sekali dalam proses manufaktur.

Teknik Teknik Gambar Mesin 2 Dimensi dengan CAD

Direktorat Pembinaan SMK (2013)

29

Gambar 1.3 Diagram alir CAD  CAM

c. Rangkuman

i. Computer Aided Drafter adalah orang yang bekerja membantu

pembuatan gambar (menggambar benda kerja).

ii. Computer Aided Design adalah orang yang bekerja membuat gambar

dan merancang.

iii. Keuntungan pemakaian CAD antara lain adalah:

 Produksi beberapa jenis grafik lebih cepat,

 Modifikasi gambar lebih mudah,

 Waktu yang lebih pendek dalam perencanaan komponen yang

sejenis.Akurasi perencanaan lebih tinggi,

 Perkiraan biaya lebih akurat,

 Penempatan teks gambar lebih cepat dan lebih terang,

 Skala gambar otomatis,

 Dapat digunakan untuk membuat librari simbol,

 Dapat digunakan untuk membuat tampak Isometric dan

axonometric dari model 3D.

iv. Fasilitas pendukung CAD antara lain adalah:

 Mouse, monitor, dan papan ketik (wajib)

 Printer ( wajib  Laser Jet untuk A3, minimal A4)

 Plotter (pilihan)

 Tablet (pilihan)

Jenis-Jenis Fitting Pipa PVC dan Fungsinya

Jenis-jenis Fitting Pipa PVC

Fitting pipa PVC adalah komponen pelengkap yang digunakan untuk menyambung, membelokkan, membagi, atau menutup aliran pada sistem perpipaan PVC. Beberapa jenis fitting PVC memiliki nama dan fungsi yang mirip dengan fitting PPR, namun berbeda dari segi material, karakteristik, dan ukuran.

Berikut adalah beberapa jenis fitting pipa PVC yang umum digunakan:

  • Socket (Sok)
    Digunakan untuk menghubungkan dua pipa PVC secara lurus dan langsung.

  • Coupling (Sambungan Lurus)
    Fungsinya sama dengan socket, yaitu menyambung dua pipa PVC secara lurus.

  • Elbow 90°
    Digunakan untuk mengubah arah aliran pipa sebesar 90 derajat.

  • Elbow 45°
    Digunakan untuk mengubah arah aliran pipa sebesar 45 derajat.

  • Reducer
    Digunakan untuk menyambungkan dua pipa PVC dengan diameter yang berbeda.

  • Reducer Elbow 90°
    Berfungsi mengubah arah aliran sekaligus mengecilkan atau membesarkan diameter pipa.

  • Tee
    Digunakan untuk membuat cabang dari pipa utama atau menghubungkan tiga pipa pada satu titik.

  • Y
    Mirip dengan Tee, namun cabangnya membentuk sudut ±45°, sehingga aliran menjadi lebih halus dan tekanan berkurang.

  • TY
    Mirip dengan Tee, tetapi memiliki cabang yang lebih panjang atau melengkung untuk kebutuhan tertentu pada sistem aliran.

  • Cross Tee
    Digunakan untuk menghubungkan empat pipa pada satu titik dengan arah yang sejajar.

  • Union (Unior / Watermur)
    Digunakan untuk memudahkan pembongkaran sambungan tanpa harus memotong pipa. Umumnya terdiri dari dua bagian yang dapat dilepas dan dipasang kembali.
    (Contoh produk: Onda)

  • Plug (Penyumbat)
    Digunakan untuk menutup ujung pipa PVC yang tidak digunakan.

  • Flange
    Digunakan untuk menghubungkan pipa atau fitting PVC menggunakan baut dan mur, biasanya pada sambungan yang membutuhkan kekuatan dan kemudahan pembongkaran.

  • Socket Drat Dalam
    Fitting dengan ulir di bagian dalam untuk menghubungkan pipa PVC dengan komponen berulir luar.

  • Socket Drat Luar
    Fitting dengan ulir di bagian luar untuk menghubungkan pipa PVC dengan komponen berulir dalam.

Mengenal Sistem HVAC: Teknologi di Balik Udara Sejuk dan Segar di Gedung Anda

 

Sistem HVAC gedung

Mengenal Sistem HVAC: Teknologi di Balik Udara Sejuk dan Segar di Gedung Anda

Pernahkah Anda masuk ke dalam gedung bertingkat atau pusat perbelanjaan, lalu merasa nyaman karena udaranya sejuk, segar, dan tidak pengap? Itu semua berkat peran sistem HVAC. Tapi, apa sebenarnya HVAC itu?

Apa Itu HVAC?

HVAC adalah singkatan dari Heating, Ventilation, and Air Conditioning, sebuah sistem yang bertugas mengatur suhu, kelembaban, dan kualitas udara di dalam bangunan. Fungsinya tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan penghuni, efisiensi energi, bahkan keamanan peralatan di dalamnya.

Mari kita bahas tiga elemen utama HVAC:

  • Heating (Pemanasan)
    Berguna saat cuaca dingin, sistem pemanas menjaga suhu tetap hangat dan nyaman di dalam ruangan.

  • Ventilation (Ventilasi)
    Ventilasi menggantikan udara di dalam bangunan dengan udara segar dari luar, sekaligus membuang polutan seperti debu, uap, atau bau.

  • Air Conditioning (Pendinginan)
    Pendinginan diperlukan saat cuaca panas, menjaga ruangan tetap sejuk dan stabil suhunya.


Manfaat Sistem HVAC

Mengapa HVAC begitu penting?

  • Menjaga kenyamanan termal penghuni gedung

  • Menyaring dan memperbarui udara agar tetap bersih

  • Mengurangi konsumsi energi dengan pengaturan suhu otomatis

  • Meningkatkan efisiensi operasional bangunan, terutama pada area industri atau IT


Komponen Utama dalam Sistem HVAC

Untuk bekerja secara efisien, sistem HVAC terdiri dari beberapa komponen penting:

  • Pemanas dan Pendingin Udara
    Mengatur suhu udara dalam ruangan sesuai kebutuhan.

  • Ventilation System
    Mengalirkan udara segar dan membuang udara kotor.

  • Ductwork (Saluran Udara)
    Menyalurkan udara panas atau dingin ke seluruh ruangan.

  • Thermostat
    Alat pengatur suhu otomatis yang menjadi “otak” pengendalian HVAC.


Jenis-Jenis Sistem Pendingin Udara (AC)

Tidak semua sistem pendinginan diciptakan sama. Berikut ini adalah beberapa jenis AC yang umum digunakan:

1. AC Single Split

Cocok untuk rumah atau ruang kecil-menengah, dengan satu unit indoor dan satu unit outdoor. Instalasinya relatif mudah dan terjangkau.

2. AC Multi Split

Satu unit outdoor bisa melayani beberapa unit indoor, ideal untuk rumah dengan banyak ruangan.

3. VRV/VRF (Variable Refrigerant Volume/Flow)

Canggih dan hemat energi! Bisa mengatur suhu berbeda di setiap ruangan secara mandiri. Cocok untuk gedung bertingkat atau perkantoran.

4. Centralized AC (AC Terpusat)

Digunakan pada gedung besar seperti hotel atau mall, sistem ini memiliki unit besar yang melayani seluruh area dengan instalasi ducting yang kompleks.


Peralatan Penting dalam HVAC

1. Pipa Refrigerant

Mengalirkan zat pendingin (refrigeran) dari unit indoor ke outdoor. Ada dua jenis:

  • Pipa Gas (Suction Line)

  • Pipa Cair (Liquid Line)

2. AC Split System, Cassette, dan Floor Standing

  • Split: Umum di rumah dan kantor kecil

  • Cassette: Ditempatkan di plafon untuk estetika yang lebih rapi

  • Floor Standing: Untuk ruangan tanpa ruang dinding atau plafon

3. FCU (Fan Coil Unit)

Menyalurkan udara dingin dengan sistem ducting ke berbagai titik ruangan. Cocok untuk kontrol suhu per zona.

4. AHU (Air Handling Unit)

Skala besar, untuk mengatur sirkulasi udara secara keseluruhan dalam bangunan. Biasanya dilengkapi filter, blower, dan sistem kontrol kelembaban.

5. Chiller

Digunakan di sistem AC sentral. Ada dua tipe:

  • Air-Cooled Chiller: Menggunakan udara untuk pendinginan

  • Water-Cooled Chiller: Menggunakan air dan cooling tower

6. Ducting (Saluran Udara)

Empat jenis utama:

  • Supply: Mengantar udara bersih ke dalam ruangan

  • Return: Mengembalikan udara ke sistem HVAC untuk diproses kembali

  • Fresh Air: Membawa udara segar dari luar

  • Exhaust: Membuang udara kotor ke luar

7. Thermostat

Mengatur suhu secara otomatis sesuai kebutuhan penghuni.

8. Ventilasi dan Exhaust Fan

Menjaga sirkulasi udara tetap sehat dan bebas dari kelembaban, bau, serta polusi.

9. Kipas Angin (Fan)

Membantu sirkulasi udara di dalam ruangan, sering digunakan untuk memperkuat distribusi udara dari sistem HVAC.


Penutup

Sistem HVAC bukan hanya tentang AC dan udara dingin. Ini adalah sistem kompleks yang berperan penting dalam menciptakan lingkungan bangunan yang sehat, nyaman, dan efisien. Dari rumah tinggal hingga gedung pencakar langit, dari pabrik hingga rumah sakit — HVAC adalah teknologi tak terlihat yang berdampak besar pada kehidupan sehari-hari kita.

Dengan mengenal lebih dalam tentang HVAC, Anda bisa lebih bijak dalam memilih, merancang, dan merawat sistem yang tepat untuk kebutuhan bangunan Anda.

AutoCAD dan Penggunaannya pada Masing-Masing Bidang Teknik

 

Manfaat AutoCAD di Semua bidang Teknik

Mengenal AutoCAD dan Manfaatnya di Berbagai Bidang Teknik

Dalam dunia teknik, salah satu keterampilan yang wajib dimiliki oleh para profesional adalah kemampuan menggambar teknik secara digital. Nah, salah satu software yang paling banyak digunakan untuk keperluan ini adalah AutoCAD. Tapi, tahukah kamu bahwa AutoCAD tidak hanya digunakan di satu bidang saja? Software ini ternyata sangat fleksibel dan bisa digunakan di berbagai cabang teknik, lho!

Yuk, kita bahas lebih lanjut apa itu AutoCAD dan bagaimana penggunaannya di berbagai bidang teknik.


Apa Itu AutoCAD?

AutoCAD adalah software desain berbantuan komputer (Computer-Aided Design/CAD) yang dikembangkan oleh Autodesk. AutoCAD digunakan untuk membuat gambar teknik dalam bentuk 2D maupun 3D. Karena keakuratan dan kemudahan dalam pengoperasiannya, AutoCAD menjadi salah satu software standar yang digunakan oleh para insinyur, arsitek, dan desainer di seluruh dunia.


Penggunaan AutoCAD di Berbagai Bidang Teknik

1. Teknik Sipil

Di bidang teknik sipil, AutoCAD digunakan untuk menggambar:

  • Rencana bangunan dan struktur

  • Gambar jalan, jembatan, dan drainase

  • Site plan atau tata letak lahan

Software ini memudahkan para civil engineer dalam membuat gambar kerja proyek konstruksi yang presisi.


2. Teknik Arsitektur

Arsitek memakai AutoCAD untuk menggambar:

  • Denah dan tampak bangunan

  • Potongan dan detail konstruksi

  • Tata ruang dan desain fasad

AutoCAD Architecture, versi khusus untuk arsitek, bahkan menyediakan fitur otomatis untuk membuat dinding, pintu, dan jendela dengan cepat.


3. Teknik Mesin

AutoCAD membantu engineer mesin dalam:

  • Merancang komponen mesin

  • Membuat gambar perakitan (assembly)

  • Gambar potongan dan detail mekanik

Meskipun sekarang banyak yang juga memakai software 3D, AutoCAD tetap jadi dasar penting dalam pembuatan gambar kerja mekanikal.


4. Teknik Elektro

Dalam bidang kelistrikan, AutoCAD digunakan untuk:

  • Gambar instalasi listrik rumah/gedung

  • Diagram rangkaian listrik

  • Panel kontrol dan P&ID

AutoCAD Electrical sangat membantu karena menyediakan simbol listrik standar dan fitur otomatisasi skematik.


5. Teknik Piping & Perminyakan

Untuk industri oil & gas dan pabrik, AutoCAD digunakan untuk:

  • Desain sistem perpipaan

  • Gambar isometrik dan layout pipa

  • P&ID (Piping and Instrumentation Diagram)

Versi khususnya, AutoCAD Plant 3D, sangat cocok digunakan dalam desain pabrik dan fasilitas industri.


6. Teknik Industri

Teknik industri memanfaatkan AutoCAD untuk:

  • Merancang tata letak pabrik

  • Gambar alur produksi dan sistem logistik

  • Layout gudang dan jalur transportasi internal

AutoCAD membantu meningkatkan efisiensi dan ergonomi dalam dunia manufaktur.


Kesimpulan

AutoCAD bukan sekadar software menggambar, tapi juga menjadi alat utama dalam proses perancangan teknik di berbagai bidang. Dengan menguasai AutoCAD, kamu membuka peluang karier lebih luas—baik di bidang konstruksi, manufaktur, energi, maupun industri kreatif.

Kalau kamu tertarik belajar AutoCAD, sekarang banyak tersedia kursus online maupun pelatihan bersertifikat yang bisa kamu ikuti, bahkan dari level pemula!


Tertarik mendalami AutoCAD lebih jauh?

hubungi WA kami 0877-7677-9314

Jenis-jenis Gambar Pada Proyek MEP Gedung

 

Jenis Gambar Pada Proyek MEP

Mengenal Jenis-jenis Gambar Kerja dalam Proyek MEP (Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing)

Dalam dunia konstruksi gedung, keberhasilan pelaksanaan sistem MEP (Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing) tidak lepas dari peran gambar kerja yang terstruktur dan jelas. Gambar-gambar ini menjadi panduan utama bagi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari perencana, pelaksana, hingga pemilik proyek.

Berikut ini adalah jenis-jenis gambar kerja MEP yang umum digunakan dalam industri konstruksi:


1. Gambar Perencanaan (Design Drawings / DD)

Gambar ini merupakan hasil dari tahap awal perencanaan, di mana ide dan konsep sistem MEP dituangkan dalam bentuk diagram sederhana. Tujuan utamanya adalah menunjukkan gambaran umum sistem distribusi MEP, pembagian area, serta posisi peralatan yang direncanakan.

Meskipun masih bersifat konseptual, gambar DD menjadi dasar penting untuk pengembangan desain ke tahap berikutnya.


2. Gambar Detail Perencanaan (Detailed Engineering Drawings / DED)

Setelah gambar perencanaan selesai, tahap selanjutnya adalah pengembangan gambar menjadi lebih detail dan teknis. Gambar DED menyajikan informasi lengkap seperti:

  • Skematik diagram sistem MEP

  • Layout atau denah instalasi

  • Spesifikasi teknis dan umum

  • Volume pekerjaan

  • Perhitungan kapasitas peralatan

Gambar ini menjadi dokumen acuan utama untuk memastikan keakuratan sistem sebelum konstruksi dimulai.


3. Gambar Untuk Konstruksi (For Construction Drawings / Forcon)

Gambar Forcon adalah versi gambar kerja yang telah divalidasi dari sisi teknis, keamanan, dan kelayakan konstruksi. Gambar ini biasanya dibuat oleh konsultan perencana resmi yang telah ditunjuk oleh pemilik proyek.

Fungsinya sangat penting karena menjadi dokumen final yang digunakan oleh kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan.


4. Gambar Shop (Shop Drawings)

Berbeda dengan gambar Forcon, gambar shop adalah gambar yang disesuaikan dengan kondisi aktual lapangan. Gambar ini disiapkan oleh kontraktor pelaksana dan mencakup:

  • Detil instalasi

  • Grouping peralatan

  • Integrasi dengan pekerjaan arsitektur dan struktur

Shop drawing bertujuan untuk menghindari benturan antar sistem serta memastikan semua komponen dapat dipasang dengan tepat.


5. Gambar As-Built (As-Built Drawings)

Setelah pekerjaan selesai, kontraktor wajib menyusun gambar As-Built. Gambar ini menunjukkan kondisi sebenarnya dari seluruh instalasi dan peralatan MEP yang telah terpasang. As-Built drawings sangat penting sebagai:

  • Dokumen referensi untuk perawatan dan perbaikan

  • Panduan pengembangan atau renovasi di masa mendatang


Kesimpulan

Setiap jenis gambar kerja dalam proyek MEP memiliki fungsi yang saling melengkapi. Dari perencanaan awal hingga dokumentasi akhir, semua gambar tersebut menjadi bagian penting dalam menjamin bahwa instalasi MEP dilakukan dengan tepat, efisien, dan sesuai standar.

Dengan pemahaman yang baik tentang jenis-jenis gambar kerja ini, para profesional MEP akan lebih siap menghadapi tantangan di lapangan dan memastikan proyek berjalan lancar dari awal hingga akhir.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates